ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Dalam rangka memperkuat budaya riset dan inovasi di tingkat lokal, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menggulirkan berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas penelitian di daerah. Salah satu dari 10 program unggulannya yang kini tengah dijalankan adalah Program Klinik Penelitian, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memberikan bimbingan, pendampingan, dan masukan kepada peneliti, perangkat daerah, serta masyarakat yang tengah melaksanakan kegiatan riset.
Kepala BRIDA KSB, Mars Anugrainsyah, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa Klinik Penelitian hadir sebagai ruang konsultasi ilmiah yang terbuka bagi siapa pun yang ingin mengembangkan kemampuan penelitian. “Kegiatan ini merupakan upaya BRIDA KSB dalam memberikan saran dan masukan bagi perangkat daerah maupun masyarakat agar penelitian yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kaidah ilmiah dan menghasilkan output yang berkualitas,” ujarnya kepada media, Kamis (6/11/2025).
Menurut Mars, masih banyak penelitian di tingkat daerah yang belum mengikuti standar metodologi yang tepat, sehingga hasilnya kurang optimal. Melalui Klinik Penelitian ini, BRIDA ingin memastikan bahwa setiap riset yang dilakukan memiliki pondasi ilmiah yang kuat, mulai dari penyusunan rumusan masalah, metodologi, hingga analisis data. “Kami tidak ingin riset hanya menjadi formalitas. Setiap penelitian harus bermanfaat, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mars menjelaskan bahwa kegiatan Klinik Penelitian tidak hanya ditujukan bagi akademisi, tetapi juga bagi perangkat daerah yang tengah menyusun kajian kebijakan berbasis riset. Dengan demikian, hasil penelitian yang dilakukan pemerintah daerah akan lebih terarah dan bisa dijadikan dasar dalam penyusunan program maupun kebijakan pembangunan.
“Kami mendorong agar setiap kebijakan di KSB berbasis riset. Klinik Penelitian ini membantu perangkat daerah dalam merancang studi, melakukan analisis data, hingga menyusun laporan yang valid. Jadi, keputusan pemerintah nantinya betul-betul didukung oleh data ilmiah,” jelas Mars.
Selain itu, program ini juga terbuka untuk masyarakat umum, mahasiswa, dan pelajar yang sedang melakukan penelitian. BRIDA menyediakan tenaga ahli dan peneliti pendamping yang siap memberikan bimbingan teknis dan arahan metodologis. “Kami ingin menumbuhkan semangat meneliti di semua kalangan. Dari siswa SMP sampai ASN, semua bisa datang untuk berkonsultasi,” tambahnya.
Mars menyebutkan bahwa BRIDA KSB juga sedang menyiapkan platform digital Klinik Penelitian agar masyarakat bisa melakukan konsultasi riset secara daring. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses dan memudahkan para peneliti yang berada di wilayah terpencil. “Kita ingin agar siapa pun yang memiliki minat riset bisa mendapatkan dukungan, tanpa terhalang jarak dan waktu,” katanya.
Selain memberikan bimbingan teknis, Klinik Penelitian juga akan mengarahkan hasil penelitian yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi inovasi daerah. BRIDA KSB akan membantu proses hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia usaha. “Kita ingin hasil penelitian tidak berhenti di laporan, tapi bisa dikembangkan menjadi produk atau kebijakan yang berdampak langsung,” tutur Mars.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari komitmen BRIDA untuk membangun ekosistem riset yang inklusif dan kolaboratif di Sumbawa Barat. Dengan adanya wadah seperti Klinik Penelitian, para peneliti di daerah tidak lagi berjalan sendiri, melainkan mendapat dukungan penuh dari lembaga resmi pemerintah.
“Harapan kami, melalui Klinik Penelitian ini akan lahir penelitian-penelitian yang lebih berkualitas, relevan, dan solutif. Dengan riset yang baik, kita bisa menjawab berbagai tantangan daerah dan mewujudkan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan,” pungkas Mars Anugrainsyah.












