ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Dalam upaya memperkuat budaya inovasi dan meningkatkan daya saing daerah, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menghadirkan salah satu dari 10 program unggulannya, yakni Bale Inovasi. Program ini digagas sebagai wadah untuk mengumpulkan, mengolah, dan menampilkan berbagai inovasi yang lahir dari masyarakat, pelajar, akademisi, hingga perangkat daerah di KSB.
Kepala BRIDA KSB, Mars Anugrainsyah, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa Bale Inovasi merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ruang kolaboratif bagi seluruh pelaku inovasi di Sumbawa Barat. “Melalui Bale Inovasi, kami ingin mengintegrasikan seluruh ide, karya, dan inovasi yang muncul di masyarakat agar terbentuk ekosistem riset yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya, Jum’at (7/11/2025).
Menurut Mars, selama ini banyak ide dan inovasi muncul di berbagai sektor, baik di lingkungan sekolah, lembaga riset, maupun masyarakat umum, namun belum terhimpun secara sistematis. Karena itu, Bale Inovasi hadir untuk menjadi “rumah bersama” bagi para inovator lokal agar dapat saling belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan karya mereka secara berkelanjutan.

“Selama ini, inovasi sering berjalan sendiri-sendiri dan kurang terpublikasi. Dengan Bale Inovasi, kami ingin mengubah itu. Kami ingin seluruh hasil karya inovatif di KSB bisa terdokumentasi dengan baik dan mendapatkan perhatian yang layak,” terang Mars.
Lebih jauh, Mars mengungkapkan bahwa Bale Inovasi tidak hanya akan menjadi ruang pamer atau dokumentasi inovasi, tetapi juga akan berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan inovasi. Melalui program ini, BRIDA akan menggelar berbagai kegiatan seperti pelatihan, bimbingan teknis, serta forum diskusi yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, dan komunitas kreatif.
“Kami ingin agar setiap inovasi yang lahir di daerah ini tidak hanya berhenti pada ide. Melalui Bale Inovasi, BRIDA akan membantu mengembangkan ide-ide tersebut agar bisa diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Mars juga menekankan bahwa Bale Inovasi merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang terhubung dengan sektor pembangunan daerah. Dengan menghimpun berbagai hasil inovasi dari lintas sektor, pemerintah daerah akan lebih mudah melakukan sinergi antarinstansi dan mengarahkan kebijakan berbasis inovasi.
“Pemerintah daerah membutuhkan data dan hasil inovasi yang konkret untuk memperkuat perencanaan pembangunan. Melalui Bale Inovasi, hasil riset dan karya masyarakat dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan yang berbasis pengetahuan dan teknologi,” jelas Mars.
Tak hanya itu, BRIDA KSB juga berencana memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan Bale Inovasi dalam bentuk platform daring. Langkah ini memungkinkan masyarakat mengakses informasi tentang berbagai inovasi daerah secara lebih luas dan transparan. “Kita akan membangun sistem digitalisasi Bale Inovasi agar seluruh karya dan data riset bisa diakses dengan mudah oleh publik dan investor,” tambahnya.
Mars menilai, keberadaan Bale Inovasi akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi KSB sebagai daerah yang adaptif terhadap perubahan dan kemajuan teknologi. “Inovasi adalah kunci kemajuan. Dengan membangun ekosistem yang mendukung, kita dapat melahirkan generasi yang kreatif, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Mars mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha untuk turut serta dalam membangun Bale Inovasi. “Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkontribusi. Mari bersama-sama kita wujudkan Sumbawa Barat yang maju melalui riset dan inovasi yang berdaya saing,” tutup Kepala BRIDA KSB tersebut.












