ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Dalam upaya memperkuat budaya riset dan inovasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) terus mengembangkan berbagai program unggulan. Salah satu program prioritas yang kini tengah dijalankan adalah Indeks Inovasi Daerah (IID), sebuah instrumen penting untuk mengukur tingkat kemajuan inovasi di wilayah tersebut.
Kepala BRIDA KSB, Mars Anugerainsyah, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa Indeks Inovasi Daerah berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai sejauh mana kemampuan suatu daerah dalam menciptakan, mengadopsi, dan menerapkan inovasi di berbagai sektor. “Indeks ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari kemampuan kita dalam berinovasi, baik di bidang teknologi, ekonomi, pendidikan, maupun budaya,” ujarnya kepada media, Senin (11/11/2025).
Menurut Mars, indeks ini menjadi salah satu tolok ukur penting yang digunakan pemerintah pusat, melalui Kementerian Dalam Negeri, untuk menilai sejauh mana komitmen daerah dalam membangun iklim inovatif. “Melalui penilaian Indeks Inovasi Daerah, kita bisa melihat posisi KSB dalam konteks nasional, sekaligus mengetahui aspek mana yang perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mars menerangkan bahwa BRIDA KSB mengintegrasikan program ini ke dalam pelaksanaan Innovative Government Award (IGA). Program tersebut merupakan ajang penilaian tingkat nasional yang memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan tingkat inovasi terbaik. “IGA menjadi momen penting bagi kami untuk menunjukkan hasil kerja keras daerah dalam membangun sistem inovasi yang nyata dan berdampak,” jelasnya.
Untuk mendukung peningkatan Indeks Inovasi Daerah, BRIDA KSB telah mengambil sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah pembentukan Tim Percepatan Inovasi Daerah, yang bertugas mengkoordinasikan berbagai kegiatan inovasi di lingkup pemerintah daerah. “Tim ini menjadi motor penggerak agar seluruh perangkat daerah dapat berperan aktif dalam menciptakan inovasi pelayanan publik maupun inovasi berbasis riset,” ungkap Mars.
Selain itu, BRIDA KSB juga gencar melakukan sosialisasi inovasi kepada perangkat daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memahami pentingnya inovasi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa inovasi bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” kata Mars.
Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi berbagai inovasi daerah yang telah dilakukan oleh perangkat daerah dan masyarakat. BRIDA kemudian melakukan pendampingan agar setiap inovasi tersebut dapat diinput ke dalam sistem nasional, sehingga diakui secara resmi oleh pemerintah pusat. “Pendampingan ini penting agar inovasi yang lahir di daerah tidak hilang begitu saja, tapi tercatat dan diakui dalam sistem Indeks Inovasi Daerah,” terang Mars.
Menurutnya, peningkatan Indeks Inovasi Daerah bukan hanya untuk meraih penghargaan, melainkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis inovasi. “Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program daerah berlandaskan pada ide-ide baru yang efisien, kreatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Mars juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem inovatif di Sumbawa Barat. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan peningkatan indeks tidak bisa dicapai hanya oleh BRIDA semata, tetapi juga memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia akademik, sektor swasta, dan komunitas masyarakat. “Inovasi yang kuat lahir dari kolaborasi. Karena itu, kami terus membuka ruang kemitraan bagi semua pihak yang ingin berkontribusi,” ujarnya.
Ke depan, BRIDA KSB menargetkan agar Kabupaten Sumbawa Barat dapat menjadi salah satu daerah dengan Indeks Inovasi tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mars berharap dengan kerja keras, komitmen, dan kolaborasi semua pihak, KSB dapat dikenal sebagai daerah yang maju karena riset, tumbuh karena inovasi, dan sejahtera karena kolaborasi. “Itu visi besar kami di BRIDA, menjadikan inovasi sebagai pondasi utama pembangunan daerah,” pungkasnya.












