BRIDA KSB Galakkan Budaya Riset Melalui Kegiatan Inisiasi Penelitian Daerah

  • Bagikan
Oplus_16908288

ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus berkomitmen memperkuat ekosistem riset di tingkat lokal. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah kegiatan inisiasi penelitian daerah, yang bertujuan menumbuhkan minat dan budaya riset di kalangan masyarakat, pelajar, serta perangkat daerah.

Kepala BRIDA KSB, Mars Anugrainsyah, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi BRIDA untuk memperluas partisipasi publik dalam kegiatan ilmiah dan penelitian. “Kami ingin riset menjadi bagian dari kehidupan masyarakat KSB. Melalui kegiatan inisiasi ini, kami membuka ruang bagi semua pihak untuk belajar, meneliti, dan menghasilkan gagasan inovatif yang bermanfaat,” ujarnya, Kamis (14/11/2025).

Mars menambahkan, kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, perangkat daerah, hingga siswa-siswa SMP dan SMA di Sumbawa Barat. Melalui partisipasi lintas kelompok ini, diharapkan muncul kolaborasi ide dan semangat riset sejak usia dini. “Anak-anak muda harus dibiasakan berpikir ilmiah dan kritis. Dari merekalah nanti akan lahir generasi peneliti masa depan yang akan membawa KSB lebih maju,” katanya.

Menurut Mars, kegiatan inisiasi penelitian ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan atau seminar, tetapi juga sebagai ruang praktik langsung bagi peserta untuk melakukan riset sederhana yang relevan dengan kondisi daerah. “Kita ingin peserta belajar mulai dari tahap identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan laporan penelitian. Dengan begitu, mereka tidak hanya tahu teori, tapi juga praktiknya,” jelasnya.

Tujuan utama kegiatan ini, lanjut Mars, adalah menumbuhkan budaya riset yang berkelanjutan di Sumbawa Barat. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya riset, diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan daerah, baik dalam sektor lingkungan, sosial, ekonomi, maupun teknologi.

“Budaya riset harus dimulai dari bawah. Kita ingin menciptakan lingkungan yang mendorong rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir analitis. Karena dari situlah inovasi lahir,” tegas Mars.

Ia juga menekankan bahwa BRIDA KSB akan terus melakukan pendampingan bagi peserta yang memiliki ide penelitian potensial. Beberapa hasil riset yang dinilai unggul akan diarahkan untuk dikembangkan lebih lanjut dan berpotensi diikutsertakan dalam program inovasi daerah. “Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti pada satu kali event. Ini adalah awal dari perjalanan panjang membangun ekosistem riset di KSB,” ucapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi perangkat daerah untuk memahami pentingnya riset dalam pengambilan kebijakan berbasis data. Dengan kemampuan penelitian yang lebih baik, kebijakan pemerintah dapat disusun secara lebih akurat dan efektif.

Mars berharap, dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat Sumbawa Barat semakin sadar bahwa riset bukan hanya milik akademisi, tetapi dapat dilakukan oleh siapa saja yang memiliki rasa ingin tahu dan semangat untuk memperbaiki keadaan. “Kita ingin menanamkan pemahaman bahwa riset adalah alat perubahan. Siapa pun bisa meneliti, asal ada kemauan dan bimbingan yang tepat,” tuturnya.

“Ke depan, BRIDA KSB akan menjadikan kegiatan inisiasi penelitian ini sebagai agenda tahunan, dengan cakupan yang lebih luas dan dukungan lintas sektor. Kami ingin menjadikan KSB sebagai daerah yang tidak hanya produktif, tetapi juga ilmiah dan inovatif,” pungkasnya dengan optimis.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *