Universitas Brawijaya Malang Gelar Seminar Forum Literasi Politik di KSB

  • Bagikan

ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Brawijaya, Malang, menggelar seminar Forum Literasi Politik Sumbawa Barat yang berlangsung di Aula Resto Kedai Sawah Taliwang, Selasa, (11/7/2023).

Seminar Forum Literasi Politik kali ini mengangkat tema “Penguatan Literasi Politik Generasi Muda Sumbawa Barat menjelang Pemilu 2024” merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen FISIP Universitas Brawijaya yang bekerja sama dengan Research and Innovation Development (RID) Institute Sumbawa Barat.

Direktur Research and Innovation Development (RID) Institute Sumbawa Barat, Riska Donny Agung Saputra, S. Pd., M. Pd melalui Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Burhanuddin, S. Pd menyambut baik kegiatan ini.

“Kami berterimakasih dan menyambut baik kerja sama FISIP Universitas Brawijaya dengan RID Institute Yang telah berjalan sekitar tiga tahun terakhir dalam rangka berkontribusi bagi masyarakat,” kata dia dalam sambutanya.

Egy sapaan akrabnya menyampaiakan, RID sebagai lembaga yang selama ini bergerak dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat selalu terbuka apabila ada tawaran kemitraan baik dari intitusi kampus maupun dari institusi di luar kampus.

“Sebab dengan kolaborasilah kemajuan bisa dicapai,” ujar Egy.

Sementara itu, Dosen Prodi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Brawijaya Malang, Johan Wahyudi, S. IP., M.A. memaparkan materinya seputar literasi politik terutama bagi generasi muda dalam menghadapi pemilu 2024 mendatang.

Memulai penjelasannya, Doaen muda yang kerap disapa Johan itu menjelaskan, mengutip data dari Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) yang menyebutkan bahwa terdapat sekitar 441 hoaks politik muncul sejak Januari-Oktober 2022.

“Celakanya, mayoritas hoaks yang muncul berisi informasi fitnah yang menyerang figur potensial bakal Capres dan penyelenggara pemilu,” papar dia.

Johan melanjutkan, begitu pula dengan tantangan yang akan dihadapi pada pemilu 2024 mendatang. Merujuk catatan Kompas (30/11/2022), politisasi SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) serta isu ketidakpercayaan publik kepada penyelenggara pemilu, seperti Bawaslu dan KPU akan pasti muncul.

(Foto: Penyampaian Materia oleh Dosen Prodi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Brawijaya Malang, Johan Wahyudi, S. IP., M.A.)

“Sedikit banyak, kemunculan hoaks tidak lepas dari masih rendahnya literasi politik dan kemampuan warga dalam menyaring informasi yang berseliweran terutama di media sosial,” ungkap dia.

Lebih jauh, ia menjelaskan bagaimana hoaks di pemilu 2019 yang ternyata diproduksi dalam rangka kepentingan politik calon presiden tertentu dan mendiskreditkan calon lainnya. Mulai dari hoaks seputar kontainer surat suara, adanya 31 juta pemilih siluman, orang gila didata untuk memilih, kotak suara kardus, hingga isu kekerasan terhadap salah seorang tokoh.

“Menjelang pemilu, potensi munculnya hoaks sangat besar. Karena itu, literasi warga terutama bagi generasi muda penting untuk diperkuat,” ujar Johan.

Setelah pemaparan konteks, Johan lalu melanjutkan penjelasannya tentang literasi politik secara konseptual dan bagaimana upaya-upaya yang bisa dilakukan dalam rangka memperkuat literasi politik generasi muda. Untuk diketahui, dalam pemilu 2024 yang tidak lama lagi akan digelar, pemilih muda dengan rentang usia 17 – 40 tahun mendominasi di kisaran angka 52 persen.

“Oleh sebab itu, generasi muda penting untuk diperkuat literasi politiknya. Secara sederhana, dengan merujuk Denver dan Hands (1990), Krosnick (1990), Carol A. Casel & Celia C. Lo (1997). literasi politik dipahami sebagai pengetahuan dan pemahaman dasar tentang proses politik dan isu-isu politik, serta keadaan memiliki informasi politik yang memungkinkan orang untuk menjalankan peran mereka sebagai warga negara secara efektif. Dengan demikian, maka warga harus memiliki informasi yang memadai untuk bisa mengontrol kekuasaan. Literasi politik memainkan peran sentral dalam teori-teori empiris demokrasi,” pungkas Johan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional (PPHI), FISIP, Universitas Brawijaya,” kata dia.

Selanjutnya, ia juga menambahkan bahwa literasi politik tidak hanya dapat diartikan sebagai pengetahuan politik atau sekadar mengetahui fungsi-fungsi lembaga politik dan pemerintahan. Lebih dari itu, literasi politik adalah keterampilan dan nilai-nilai yang diperjuangkan dalam rangka mewujudkan kepentingan publik. Hal ini sejalan dengan pendapat Crick (2000) yang menyebut literasi politik bukan hanya sekedar pengetahuan tetapi juga upaya untuk membuat warga lebih efektif dan aktif baik resmi maupun dalam arena publik yang bersifat sukarela. Dalam konteks inilah kemudian peran generasi muda untuk mau terlibat aktif dalam konteks kehidupan publik terutama menjelang pemilu 2024 menjadi sangat penting.

Johan membeberkan, beberapa upaya yang setidaknya dapat dilakukan dalam rangka penguatan literasi politik generasi baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang diantaranya, optimalisasi peran keluarga dalam mengajarkan pengetahuan politik sejak dini, mendorong kurikulum di jenjang sekolah agar bisa mengajarkan literasi politik sejak awal, memperbanyak kanal-kanal informasi, memperbanyak ruang perjumpaan ataupun pertukaran gagasan, hingga memanfaatkan media secara cerdas dan sehat,” papar dia.

“Kami berharap pemahaman mendalam terkait literasi politik generasi muda tidak hanya berhenti pada level memahami,tetapi juga turun hingga level aksi untuk berkontribusi bagi perubahan sosial,” tandas Johan.

Untuk diketahui, peserta dalam forum literasi politik tersebut merupakan generasi muda, mulai dari Dosen Prodi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Brawijaya Malang, Direktur dan pengurus Research and Innovation Development (RID) Institute Sumbawa Barat, Ketua BEM dan pengurus organisasi kemahasiswaan Universitas Cordova, perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda, media online, serta masyarakat umum. (ZMN.Yan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *