Pertalite Langka dan Harga Pangan KSB Naik Menjelang 17 Agustus, Pemkab Siapkan Operasi Pasar

  • Bagikan

ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat — Harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merangkak naik menjelang perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026. Lonjakan harga ini terjadi bersamaan dengan keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah tersebut.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB, kenaikan harga menyasar komoditas utama seperti beras premium yang kini menyentuh Rp16.000 per kilogram dan daging ayam yang mencapai Rp50.000 per kilogram, serta daging sapi. Meskipun telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menilai pergerakan harga tersebut masih dalam batas toleransi masyarakat.

Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman, menyatakan bahwa pihaknya tengah memantau ketat pergerakan harga pasar sekaligus mendalami potensi keterkaitan antara kelangkaan Pertalite dan kenaikan harga bahan pangan.

“Sejauh ini kami belum menemukan keterkaitan langsung antara kelangkaan Pertalite dan kenaikan harga. Petugas kami masih terus memantau pergerakan harga di pasar. Kenaikan harga pangan memang ada dan sudah melampaui HET, namun gejolak harga di tingkat konsumen sejauh ini belum terlalu terasa,” ujar Suryaman kepada awak media, Kamis (6/8/2026).

Suryaman menambahkan, pihak Pertamina telah memberikan konfirmasi resmi terkait pemulihan distribusi Pertalite yang dijadwalkan kembali normal pada minggu depan. Kepastian pasokan BBM ini akan menjadi indikator utama untuk menguji penyebab pasti kenaikan harga di pasaran.

“Informasi resmi Pertamina menyebutkan distribusi Pertalite kembali normal minggu depan. Jika pasokan lancar namun harga tidak turun, berarti kelangkaan BBM bukan pemicunya,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi gejolak lebih jauh, Pemkab KSB memperkuat koordinasi antarinstansi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Jika tren kenaikan harga terus berlanjut tanpa terkendali, TPID disiapkakan untuk segera melakukan langkah intervensi konkret.

“Jika tren harga terus naik, TPID segera menggelar rapat intervensi. Pemerintah menyiapkan Gerakan Pasar Murah atau operasi pasar bagi warga,” pungkas Suryaman.

Langkah stabilisasi melalui Gerakan Pasar Murah dinilai efektif untuk menekan lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat menjelang pesta kemerdekaan. Diskoperindag KSB turut mengimbau para pedagang di pasar tradisional agar tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara sepihak demi menjaga kestabilan pangan di Sumbawa Barat. (**)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *