Wabup Ajak Semua Pihak Komitmen Tekan Stunting di KSB

  • Bagikan

ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST berharap adanya dukungan penuh semua pihak dalam rangka menekan penurunan angka stunting di Sumbawa Barat. Harapan itu ia sampaikan di sela-sela pembukaan rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kabupaten, Kamis (11/5/2023).

“Saya bersama Bupati KSB berkomitmen untuk terus menekan angka stunting. Komitmen ini harus didukung semua pihak, terutama jajaran di bawah,’’ tegasnya.

Wabup meminta, semua pihak juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik di Sumbawa Barat, termasuk dalam rangka menekan stunting di KSB. Untuk diketahui, stunting di Sumbawa Barat merupakan yang terendah dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Tahun 2017 angka stunting di KSB berada 18,70 persen, sekarang kita di angka 7,83 persen, ada penurunan sampai 10,80 persen. Kita boleh bangga, tapi jangan sampai kita jemawa,’’ kata dia.

Wabup mengaku, namun penurunan itu sedikit melambat jika mengacu pada data tahun 2022 lalu. Data per Februari 2022, dari hasil penimbangan elektrik pengukuran penimbangan gizi berbasis masyarakat angka stunting KSB sembilan persen. Penimbangan kedua, bulan Agustus penurunannya hanya 0,8 persen atau berada pada angka 8,7 persen.

“Dari bulan Agustus 2022 sampai Februari 2023 angka stunting kita hanya turun di angka 0,9 persen. Artinya, kalau ditotalkan selama setahun, dari Februari 2022 sampai Februari 2023, penurun kita hanya 1,9 persen. Ini sangat kecil, ini kita harus evaluasi lagi. Baik itu penanganannya, atau gerakan yang dilakukan pemerintah selama ini,’’ kata dia.

Sementara disatu sisi, lanjut Wabup, anggaran yang dialokasi untuk menekan angka stunting di KSB sendiri nilainya tidak sedikit. Tahun 2021 sampai tahun 2022 dana yang dialokasikan untuk menekan stunting mencapai Rp 100 miliar lebih.

“Tahun 2023 kita akan intervensi lagi, tentunya dengan angka maksimal, dari Kecamatan hingga Desa,’’ janjinya.

Jika dilihat dari data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), stunting KSB berada pada angka 13,9 persen. Penurunan ini cukup besar jika mengacu pada tahun 2019 lalu, dimana stunting KSB berada pada angka 33,4 persen.

“Ada penurunan sampai 15,9 persen. Kita mengalahkan Kabupaten lain di NTB, tapi kita jangan bangga dulu. Jangan-jangan angka ini karena balita yang menjadi sasaran itu sudah keluar dari usia lima tahun. Ini harus menjadi catatan kita bersama,’’ tandas Fud Syaifuddin. (ZMN.Yan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *