ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Besar – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 1 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Edi Kurniawansyah, M.Pd,. mengancam tidak akan mengesahkan atau meng SK kan siapapun yang terpilih jika Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sumbawa dipaksakan digelar hari ini, Selasa 21 Maret 2023.
Hal tersebut diungkapkan Edi sapaan akrabnya saat jumpa pers ketika hendak meninggalkan lokasi sebelum Musda KNPI Sumbawa dimulai yang digelar di Hotel Tambora Sumbawa Siang tadi.
Menurut Edi, langkah tersebut akan diambil karena ia merasa kecewa karena pengurus DPD 1 KNPI NTB yang sah secara hukum tidak dihargai oleh Panitia Penyelenggara Musda KNPI Sumbawa.
“Kami adalah pengurus yang sah secara hukum yang terdiri dari Ketua sekaligus Caretaker Selamet Subroto, saya selaku Sekretaris Edy Kurniawansyah, Ketua Kaderisasi Hasanuddin dan Wakil Kaderisasi, Subhan, tidak dihargai oleh Panitia Penyelenggara Musda KNPI Sumbawa hari ini, sehingga kami memilih meninggalkan lokasi Musda dan akan kembali ke Mataram,” ujar Edi.
Seharusnya, kata Edi, dari DPD 1 KNPI NTB diberikan ‘panggung’ untuk memimpin jalannya Musda maupun memberikan sambutan, namun itu tidak dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Musda.
Selain itu lanjut Edi, DPD juga meminta panitia agar memberikan data peserta Musda yang diverifikasi, dan meminta keabsahan peserta Musda, namun tidak digubris.
“Kami hanya diundang sebagai tamu undangan, tidak lebih dari itu. Padahal ketua kami sekaligus Caretaker KNPI Sumbawa. Harusnya diberikan kewenangan untuk terlibat langsung dalam proses Musda, sebagaimana lazim dilakukan saat Musda KNPI di beberapa kabupaten lainnya di NTB,” tegas Edi yang merasa kecewa atas sikap Panitia Penyelenggara Musda.
Atas sikap panitia penyelenggara Musda, Edy mengaku telah dibahas dalam rapat internal DPD KNPI NTB, yang hasilnya meminta agar Musda ditunda. Jika dipaksakan untuk dilaksanakan, maka DPD KNPI NTB tidak mengakui hasil Musda dan tidak akan memberikan SK. “Musda ini Harus ditunda, jangan dipaksakan,” tegasnya Mantan Ketua Muhammadiyah Sumbawa ini.
Terpisah, Varian Bintoro S.Sos., M.Si dari Purna KNPI Sumbawa yang terlibat dalam pelaksanaan Musda, mengakui adanya kekecewaan dari KNPI NTB versi Edy Kurniawansyah.
Untuk diketahui kata Varian sapaan akrabnya, kepengurusan KNPI NTB ada dua kubu. Dan digelarnya Musda merupakam keinginan dua kubu tersebut. Karena itu saat pelaksanaan Musda KNPI Sumbawa ke-14, pengurus dari dua kubu diundang.
Harapannya, apapun hasilnya nanti, adalah pengurus KNPI Sumbawa yang diakui keduanya, sehingga tidak ada lagi kepengurusan ganda di Kabupaten Sumbawa seperti yang terjadi sebelumnya.
Namun kata Varian, ketika Musda digelar, DPD KNPI NTB versi Edy Kurniawansyah yang hadir, sementara kubu lainnya tidak hadir. Padahal ketika dua kubu hadir akan diberikan ‘panggung’ untuk melaksanakan prosesi Musda. Agar tidak menimbulkan keberatan dari kubu yang satu, maka Purna KNPI Sumbawa mengambil alih untuk menjadi stering commite (SC) guna memimpin pelaksanaan Musda.
“Memang kami sudah ditegur pengurus DPD KNPI NTB karena yang kami lakukan tidak procedural. Memang benar, tapi itu situsional yang harus dipahami. Bagaimanapun situasi ini kami tidak ingin muncul dua kubu di KNPI Sumbawa. Karena yang hadir satu ditakutkan kubu satu akan keberatan,” ujar Varian Bintoro yang juga Asisten I Sekda Sumbawa sekaligus mewakili Bupati Sumbawa membuka kegiatan Musda KNPI Sumbawa.
Varian memahami kekecewaan Edy Kurniawansyah dan kawan-kawan yang sudah datang namun tidak diberikan apa yang menjadi kewenangannya. Apalagi mereka juga sudah memperlihatkan bukti keabsahan kepengurusan termasuk SK Kemenkum HAM.
“Saya sudah mengundang mereka ke ruangan saya, untuk menyampaikan kondisi yang ada. Karena mereka punya waktu sedikit dan akan balik ke Mataram, sehingga mediasi belum sempat kami lakukan. Sembari Musda tetap berjalan, akan komunikasikan kembali dengan DPD KNPI NTB,” pungkasnya. (ZMN.Yan)












