Kemenag dan Pemda Dompu Sebut Radikalisme  Mudah Menyebar di Medsos

  • Bagikan

ZONAMERAHNEWS.NET, Dompu | NTB – Otoritas Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dompu mengakui paham radikal dan aliran yang menyusupinya rentan menyebar lewat Media Sosial (Medsos).

Medsos menjadi momok yang mengerikan bagi penyebaran paham radikalisme yang merusak pilar kebangsaan. Grup WhatsApp, Facebook, IG dan twitter digunakan untuk sumber informasi dan diskusi yang berpotensi mempengaruhi ideologi dan cara pandang masyarakat. 

“Kita juga harus menangkalnya dengan aktif mengkampanyekan Islam Rahmatan Lil Alamin memanfaatkan medsos juga. Kampanye kampanye positif tentang Islam dan ajaran yang benar serta meluruskan konsep Islam dalam bingkai NKRI,” kata Ketua MUI Dompu, Drs. H.Mohammad Nasuhi, dalam dialog penguatan ideologi Pancasila kepada penyuluh agama se-Kabupaten Dompu, Senin, (13/6). 

Menurut MUI, kata Mohammad Nasuhi, radikalisme berkembang banyak dipengaruhi faktor yang bersifat internasional seperti ketidakadilan global, politik luar negeri yang arogan, dan penjajahan. Selain itu juga dipengaruhi faktor domestik seperti persepsi ketidakadilan, kesejahteraan, pendidikan, kecewa pada pemerintah serta balas dendam. 

Karena itu, ia memberikan tips cara ini menangkal paham radikal dengan sederhana. Misalnya, pembinaan keluarga melalui nasehat perkawinan dan masalah keluarga dan penugasan mubaligh untuk rutin menjalankan safari agama dan dakwah ke instansi pemerintah dan pendidikan.

Kepala Bidang (Kabid) Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Dompu, Mauluddin, SP memaparkan, sejatinya radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. 

“Radikalisme menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada, ciri-cirinya adalah mereka intoleran atau tidak memiliki toleransi pada golongan yang memiliki pemahaman berbeda di luar golongan mereka, mereka juga cenderung fanatik, eksklusif dan tidak segan menggunakan cara-cara anarkis,” terangnya.

Kementerian Agama (Kemenag) Dompu menegaskan, kegiatan dialog penguatan ideologi Pancasila bagi penyuluh agama sangat penting. Menyikapi perkembangan dan isu radikalisme secara nasional. Sebut saja penangkapan amir pusat kelompok Khilafatul Muslimin (KM) yang diduga mengganti paham Pancasila dengan sistem khilafah.

“Ini sejalan dengan arahan dan instruksi menteri guna pencegahan penyebaran paham keagamaan yang radikal dan bertentangan dengan Pancasila NKRI dan Undang Undang Dasar 1945. Edukasi terus kita lakukan,” timpalnya.

Kegiatan penyuluhan dan dialog penyuluh agama tersebut berlangsung santai namun serius. Selain otoritas Pemda Dompu dan lembaga keagamaan seperti Kesbangpoldagri, Kemenag dan MUI, hadir juga Kasat Intelkam, Polres Dompu, TNI,  penyuluh agama dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se Kecamatan Dompu. (ZMN.Yan) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *