ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat | NTB — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dalam penyerapan tenaga kerja pembangunan Smelter nantinya akan dilakukan melalui satu pintu, serta mengupayakan komposisi 60 persen tenaga kerja lokal dan 40 persen untuk tenaga kerja non lokal.
“Kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai 2000 tenaga kerja, itu belum termasuk tenaga kerja untuk proses produksinya. kami berharap lebih banyak tenaga kerja asal KSB yang terserap, baik pada tahap konstruksi, maupun pasca konstruksi smelter nanti,” kata Kadis Nakertrans KSB, Ir. H. Muslimin, HMY, M.Si. Senin, (14/4/22).
Muslimin menyampaikan, hasil komunikasi dengan pihak perusahaan, rekrutmen akan dilaksanakan sekitar pada bulan Juni mendatang. Rekrutmen tenaga kerja tahap konstruksi nanti akan menyerap sekitar 1000 sampai 1500 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, penerimaan akan diprioritaskan untuk tenaga kerja non skill.
“Untuk tenaga kerja non skill, pelamar nantinya tidak akan dibebani persyaratan khusus seperti ijazah tertentu, maupun keahlian khusus. Calon tenaga kerja hanya mengajukan lamaran kerja dengan melampirkan kartu tanda pencari kerja (AK1) yang dikeluarkan oleh Disnakertrans KSB,” bebernya.
Selain itu, sambung Muslimin, pelamar juga bisa melampirkan sertifikat pelatihan jika pernah mengikuti pelatihan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta.
“Yang sudah pernah mengikuti pelatihan dapat melampirkan sertifikatnya. Tapi bila tidak ada sertifikat, tidak apa-apa karena persyaratan utamanya adalah kartu kuning,” tutup Muslimin. (ZMN.Yan)












