Komisi II DPRD KSB dan Disperin NTB Bahas Program Unggulan 2024

  • Bagikan

ZOANMERAHNEWS.NET, Mataram – Anggota Komisi II DPRD KSB melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Perindustrian NTB, membahas terkait program unggulan 2024 yang berlangsung di Aula HIP Disperin NTB, pada, Jumat (12/01/2023).

Kunker tersebut disambut hangat oleh PLH Sekdis Disperin NTB, Lalu Luthfi beserta team Disperin NTB. Lalu Luthfy menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komisi II DPRD KSB atas Kunker dan silaturah kepada Dinas Perindustrian NTB yang kurang lebih sudah 4/5 kali dalam berkunjung. 

“Kami berharap semoga pertemuan seperti ini selalu dijaga dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD KSB, Ahaerudin, SE., ME menyampaikan maksud dan tujuannya dalam melakukan kunker tersebut adalah ingin mengetahui lebih dalam terkait program unggulan Disperin NTB pada tahun 2024. 

“Banyak potensi tentang industri di KSB sangatlah butuh perhatian khusus oleh Pemprov melalui Disperin NTB,” katanya.

Berangkat dari maksud dan tujuan kunjungan tersebut melalui PLH Sekdis beserta para Kabid dan Kepala Balai hingga tim percepatan program menyimpulkan bahwa program unggulan Disperin NTB pada tahun 2024 fokus pada tiga sektor industri antara lain, muslim fashion industry, industry kosmetik, industry kuliner, dan yang terakhir khusus untuk di KSB adalah Smelter.

Dari beberapa penyampaian yang dilakukan oleh seluruh tim Disperin dan tim Komisi DPRD KSB menanggapi beberapa hal seperti tentang pembinaan IKM, perkembangan Smelter, hingga bagaimana Pemprov bersama Pemda bisa berkolaborasi tentang potensi industri di KSB, khususnya pada sektor hilirisasi dari berbagai bidang atau sektor lainnya seperti kuliner, pertanian, perikanan, dan lain sebagainya.

Secara garis besar perkembangan Smelter sudah berjalan kurang lebih 70% dan target penyelesaiannya yaitu pada tahun 2024 ini.

Komisi II DPRD KSB berharap dari ketiga program unggulan tersebut, KSB mendapat bagian khusus dalam merealisasikan tujuan pembangunan daerah tersebut baik industrialisasi maupun hilirisasi. (ZMN.Yan)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *