Peneliti Dea Guru Institute Sebut Doktor Najam Menarik dan Alternatif Cabup KSB 2024

  • Bagikan

ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Tugas Pemerintahan harus ditopang oleh tiga domain utama, yaitu pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sipil. Era sekarang maka sinergi dan kolaborasi seluruh komponen sangat diperlukan. Oleh karenanya dibutuhkan kepemimpinan yang adaptif, egaliter dan menjadi milik semua rakyat. Memberi keadilan dan kesejahteraan merata dan berpihak pada kepentingan lebih besar dan jangka panjang.

Pilkada sebagai salah satu proses melahirkan pemimpin di daerah harus dilihat secara jernih dan mengajak masyarakat pada pilihan politik yang bijak, terukur dan lebih baik dari yang ada. 

“Sudah ada beberapa nama yang muncul seperti, pak Fud Syaifudin Wabup KSB, pak Amar Nurmansyah Sekda KSB, ada Ustad Nuryasin yang kembali akan terjun kontestasi, ada juga Pak Kaharuddin Umar Ketua DPRD, bahkan sampai Bu Hanifah Istri Bupati yang saat ini juga mulai muncul balihonya dimana-mana,” kata Akhairuddin, S.Pd.,M.Pd Peneliti dan Akademisi Dea Guru Institute, Minggu (22/10/2023).

Dilanjutkanya, semakin banyak bakal calon Bupati Sumbawa Barat, semakin besar peluang kita menghadirkan kader, tokoh dan putra-putri terbaik KSB. Namun, Heru sapaan akrabnya Peneliti Muda asal Kec Sekongkang ini hendak mengupas salah satu bakal calon yang sedang viral dan jadi perbincangan di kalangan birokrat, politisi dan anak-anak muda di KSB. 

“Tertarik dengan tagline Doktor Najam. “KSB, Kita Sejahtera Bersama” melihat ini cukup berbeda dengan tagline yang diangkat oleh tokoh yang lain sehingga memberikan harapan terhadap perubahan ke KSB yang lebih baik,” ucapnya.

Heru menegaskan bahwa yang diinginkan oleh masyarakat Sumbawa Barat saat ini adalah kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan potensi lokal daerah agar dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh warga dan memberi dampak ekonomi bagi warga Sumbawa Barat. Dan sepertinya harapan ini ada pada tagline yang diangkat oleh Doktor Najam yang tentunya akan berupaya mewujudkannya saat warga KSB memberinya kesempatan menjadi pemimpin di daerahnya tercinta.

Ditanyakan apakah Doktor Najam cukup memahami persoalan Birokrasi dan masyarakat KSB ? Heru malah balik bertanya ?, sisi mana sepanjang hampir 15 tahun sejak terbentuknya KSB, Doktor Najam berkiprah di KSB yang beliau tidak masuk dan tidak terlibat dalam Pilkada KSB sebelumnya.

“Atas dasar pengetahuan, pengalaman dan memahami kondisi yang ada, maka Doktor Najam, saya anggap menarik, memiliki kecakapan dan kapasitas memimpin daerahnya,” tegas Heru Peneliti Muda KSB 

Heru sedikit mengkritik di awal-awal ketika Doktor Najam menggunakan narasi “Kita Sejahtera Bersama” artinya Doktor Najam sudah sangat siap untuk menjadi milik semua rakyat KSB. Tidak adanya konglomerasi bagi satu kelompok. Kata KITA tidak membedakan si kaya dan si miskin, suku, agama, golongan dan kelompok. Tidak memberi privilege bagi kelompok tertentu. Semua harus diberikan peluang dan kesempatan yang setara dan inklusif agar mau berkontribusi bagi pembangunan. 

“Saya menganalisa bahwa sebagai sesama akademisi. Karena saya tahu beliau ini juga Dosen di berbagai  di Mataram. Saya yakin Doktor Najam apabila maju, diberikan mandat oleh warga KSB dan berkesempatan memimpin daerah ini, beliau paham bagaimana mengatasi persoalan, meningkatkan kesejahteraan warga dan memberi harapan pengelolaan SDA untuk warisan berharga bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (ZMN.Yan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *