Pemda KSB Gelontorkan Anggaran Ratusan Juta untuk Asuransi Nelayan

  • Bagikan

ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat gelontorkan anggaran ratusan juta untuk memberikan perlindungan dan penguatan ekonomi bagi pelaku usaha perikanan melalui program Kartu KSB Maju.

Program Kartu KSB Maju Perikanan adalah bagian dari program Kartu Sumbawa Barat (KSB) Maju yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Program ini memberikan berbagai layanan dan bantuan bagi masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan yang aktif dan produktif.

“Program ini dirancang khusus untuk memberikan perlindungan dan penguatan terhadap nelayan dan pembudidaya. Fokusnya perlindungan asuransi jiwa dan kecelakaan,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Sumbawa Barat, Noto Karyono, S. Pi, M.Si, kepada awak media ini, Senin (22/9/2025).

Noto menjelaskan, asuransi dalam program Kartu KSB Maju Perikanan yakni jaminan kecelakaan kerja dan asuransi kematian. Termasuk nelayan budidaya. Data Dinas Perikanan setempat mencatat, ada setidaknya 3649 peserta sasaran program Kartu KSB Maju Perikanan tersebut. “Jumlah itu terdiri dari nelayan tangkap dan budidaya tadi,” terangnya.

Dilanjutkan Noto, Kartu KSB Maju Perikanan tetap berbasis Kepala Keluarga (KK). Syarat penerima yakni, usia paling tinggi 65 tahun. Aktif dan produktif dalam usaha penangkapan ikan atau budidaya ikan, dan memiliki Kartu Usaha Perikanan dan Kelautan (KUSUKA). KUSUKA ini diberikan pemerintah daerah berdasarkan pendataan basis rumah tangga nelayan.

Meski demikian, Noto mengatakan , khusus asuransi nelayan, pemerintah menjamin tanggungan asuransi gratis sebesar Rp 16.800 perbulan. Dengan total jumlah klaim premi total mencapai Rp 216 juta untuk asuransi kematian bagi nelayan. Dan total klaim premi Rp 244 juta untuk santunan akibat kecelakaan kerja.

“Kami terus saja melakukan input data. Baik data penerima sasaran dan alokasi anggaran. Misalnya, instansi ini telah menetapkan setidaknya Rp 468,720,000 pagu anggaran untuk 3649 sasaran nelayan dan pembudidaya tadi,” pungkasnya. (**)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *