ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Pelaksanaan tahapan seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat kini dalam proses. Panitia Seleksi (Pansel) bahkan telah mengumumkan lima orang pelamar yang memenuhi persyaratan administrasi. Setelah lolos seleksi administrasi, kelima calon tersebut selanjutnya akan menjalani sejumlah tahapan seleksi.
Dalam mengikuti tahapan seleksi ini, kandidat Sekda tersebut menyatakan optimis bisa lolos ke tahapan selanjutnya karena memiliki strategi atau caranya masing-masing dalam menyelesaikan setiap soal maupun tugas yang nantinya diberikan tim Pansel.
Seperti yang diungkapkan salah seorang calon kuat Sekda KSB, H. Abdul Hamid, Jumat, 11/4. H Hamid yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan itu secara pribadi mengaku sudah sangat siap mengikuti serangkaian tahapan seleksi.
“Saya sangat berkomitmen mengikuti seleksi ini dan siap berkompetisi dengan kandidat lainnya,” ungkapnya.
H. Hamid mendaftar lantaran memang ada kesempatan untuk mendaftar. Ia seorang peserta yang datang membawa harapan besar warga masyarakat khususnya wilayah Selatan Kabupaten Sumbawa Barat.
H. Hamid diketahui lahir pada 20 Februari 1969 di Jereweh. Selain menjabat Kepala Dinas Perhubungan, ia juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa Barat.
Untuk riwayat jabatan-nya sendiri diketahui dimulai dari dipercaya menjadi Kepala Seksi Pendidikan Menengah Barat, kemudian Kepala Bidang Program dan Pelaporan dan Sekretaris Dinas pada Dinas Pendidikan Nasional.
Pada saat menjabat di Dinas Pendidikan Nasional yang kemudian berubah nomen klatur-nya menjadi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kurun waktu 2005-2011, H. Hamid mendapat tugas bersama Tim sebagai perancang dan penyusun Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten Sumbawa Barat (Rencana Strategis Pendidikan Kabupaten) dan juga menyiapkan naskah regulasi Program Pendidikan Gratis dari Tingkat Kanak-Kanak sampai dengan Perguruan Tinggi serta Program Wajib Belajar 12 Tahun di Kabupaten Sumbawa Barat. Di samping itu secara simultan diselenggarakan Program Pemberantasan Buta Aksara sehingga pada tahun 2007 Kabupaten Sumbawa Barat dinyatakan Kabupaten Bebas Buta Aksara yang ketiga-tiga program penting ini telah ditandatangani prasastinya oleh Muhammad Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia pada saat itu.
Karir H. Abdul Hamid di Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat terakhir sebagai Sekretaris Dinas, pada bulan September 2011 dipromosi sebagai Staf Ahli Bupati Sumbawa Barat Bidang Pembangunan dan diberi tugas untuk mengidentifikasi masalah-atau atau hal-hal prioritas yang harus mendapat penanganan cepat yang diistilahkan dengan (public value). Kemudian pada tahun 2012 ditugaskan sebagai Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Barat sampai tahun 2018. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada tahun 2019. Selanjutnya sejak tahun 2020 sampai dengan saat ini ditugaskan menjadi Kepala Dinas Perhubungan. Dengan segudang pengalaman tersebut, tidak berlebihan jika ia masuk calon kandidat kuat Sekda Kabupaten Sumbawa Barat.
“Saya sebagai pegawai dapat kesempatan untuk daftar, maka saya mendaftar. Soal hasilnya, itu merupakan penilaian Tim Pansel,” ungkapnya.
Ketika disinggung terkait hal yang disiapkan, H. Hamid enggan berbicara banyak. Pasalnya, seleksi sekda tersebut terbuka untuk semua pegawai. Dan siapa saja bisa ikut mendaftar.
“Kalau ditanya masalah kesiapan, saya nothing to lose. Semua saya serahkan kepada Allah SWT. Saya hanya menjalankan tugas sebagai pegawai, dimana ada pembukaan seleksi, saya ikut daftar. Penuhi persyaratannya. Sisanya biar tim seleksi yang akan menentukan. Jadi saya tinggal mengikuti proses yang ada,” tandasnya.
Sementara itu, sumber di Pemkab Sumbawa Barat yang enggan disebut namanya mengungkapkan, H. Abdul Hamid adalah salah seorang pejabat senior yang paling layak menduduki kursi jabatan Sekda tersebut. Ia memiliki kemampuan mengakselerasi semua program dan punya jiwa leadership yang kuat. Punya segudang pengalaman dari sejak Bupati yang dipimpin KH Zulkifli Muhadli, HW Musyafirin hingga Bupati sekarang H. Amar Nurmansyah.
“Beliau selalu mendapatkan posisi strategis dan berhasil menjalankan tugas yang diberikan dengan baik,” ungkap sumber itu.
Saat menjadi Kadis Disnakertrans misalnya, H. Hamid tercatat sebagai penengah perselisihan antara kelompok Serikat Pekerja dan kelompok Perusahaan PTNNT dalam menyelesaikan Perjanjian Kerja Bersama, yang terkait kesepakatan gaji pekerja dan kebijakan keuangan lainnya. Selain dapat menyelesaikan perselisihan di PTNNT juga tidak sedikit masalah yang dituntaskan di perusahaan-perusahaan mitra PTNNT yang sangat banyak ragamnya.
“Kita masih ingat ketika kala itu beliau mampu meredakan ketegangan terkait masalah yang timbul akibat rekrutmen karyawan yang berujung sebagian besar gagal penempatan, yang diistilahkan Waiting List sebanyak 350 orang. Namun dapat diselesaikan dengan berbagai pendekatan sampai tuntas,” demikian sumber.
Sekda KSB sesungguhnya paling layak dijabat seorang pejabat yang tidak terkontaminasi politik praktis atau tetek bengek lainnya karena memang posisi Sekda adalah jabatan strategis karena merupakan bagian dari jabatan karir, yang punya reputasi, kinerja, dedikasi atau yang paling baik dan bisa menjadi contoh bagi semua pegawai.
Berkaitan dengan siapa yang layak, hendaknya mengacu pada beberapa indikator seperti persyaratan kepangkatan dan administrasi lainnya, kemudian kinerja selama ini yang cukup bagus dan yang terpenting adalah bagaimana bisa membangun relasi yang baik dengan kepala daerah-wakil kepala daerah.












