ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Dalam rangka menyambut malam tahun baru 2025, Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K mengajak masyarakat untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta merayakan malam pergantian tahun dengan cara bijak, aman dan damai.
Kapolres menekankan, pentingnya menjaga situasi Kamtibmas dan suasana nyaman dan damai serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami mengajak seluruh masyarakat KSB dalam merayakan pergantian tahun kita jadikan momentum untuk merefleksi kembali apa yang telah dilakukan selama 2024, dan menyambut tahun baru 2025 dengan penuh rasa syukur, beribadah, serta melakukan kegiatan yang positif,” kata Kapolres kepada awak media, Minggu (29/12/2024).
Selain itu, Kapolres juga mengingatkan, selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, penting juga masyarakat menjaga toleransi antar umat beragama.
“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk saling menghormati perayaan agama masing-masing demi menciptakan suasana damai dan harmonis di Tana Pariri Lema Bariri ini,” imbaunya.
Meski demikian, Ia juga meminta agar masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan dan menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi (Brong), di jalan raya saat malam pergantian tahun baru, karena sangat berpotensi membahayakan keselamatan nyawa sendiri dan pengguna jalan lain.
Dilanjutkanya, masyarakat juga tidak boleh menggunakan petasan dan sejenisnya yang tidak terkendali, serta larangan pesta minuman keras (miras) dan penyalahgunaan narkoba. Kemudian bagi masyarakat yang berencana bepergian, agar benar-benar memastikan keamanan rumah sebelum meninggalkan tempat tinggalnya.
“Untuk masyarakat yang akan bepergian jauh atau mudik, agar memeriksa kembali aliran listrik, mematikan peralatan elektronik, dan memastikan pintu serta jendela dalam keadaan terkunci, baru meninggalkan rumahnya,” tandas Kapolres AKBP
Untuk diketahui, Polres Sumbawa Barat telah menyiapkan personil untuk diturunkan melakukan patroli skala besar gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan stakeholder lainnya ke titik – titik yang dianggap rawan.












