ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat | NTB – Mantan Pengurus Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional PT. AMNT mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun memeriksa seluruh transaksi keuangan Scrap PT. AMNT selama ini.
“Selama ini PT. AMNT tidak terbuka soal aliran dana aktivitas penjualan Scrap atau limbah eks peralatan tambang (Scrap) kepada publik,” ungkap Rian Ranju Mantan Pengurus Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional PT. AMNT kepada awak media ini, Selasa, (27/09/22).
Rian sapaan akrabnya menyampaikan, selama ini pengelolaan dana Scrap tidak menjadi bagian dari sumber pendapatan. Tidak transparan. Malah diduga justru menguntungkan oknum tertentu. Ini menjadi koreksi kepada pemerintah daerah dan AMNT.

Ia menyebutkan, puluhan ribu ton Scrap terdiri dari ban, karet conveyor, kabel, metal dan kendaraan terus ditumpuk dan dijual oleh AMNT. Nilainya sampai puluhan milyar rupiah.
“Selama ini dana Scrap tidak jelas kemana masuknya. Kami khawatir aliran dana ini justru menjadi komoditas modal politik politisi bahkan elit tertentu di Sumbawa Barat,” paparnya.
Padahal, menurut Rian, dana Scrap bisa menjadi sumber pendapatan daerah. Oleh karena itu, ia meminta kepada BPK RI dan KPK untuk segera turun memeriksa seluruh transaksi keuangan Scrap PT. AMNT selama ini.
“Kami menduga ada unsur korupsi dalam transaksi Scrap PT.AMNT selama ini yang melibatkan oknum perusahaan dan pejabat negara,” bebernya.
Sebelumnya, tercatat ada 34.000 ton Scrap telah diangkut dan dijual pada Maret 2022 lalu. Bongkar muat itu dilakukan melalui pelabuhan khusus PT. AMNT di Benete yang terdiri dari ban, karet conveyor, tembaga dan kendaraan berat bekas tak terpakai dijual bebas.
Sebelum berita ini diturunkan, wartawan media online zonamerahnews.net sudah melakukan konfirmasi kepada pihak PT. AMNT melalui Head of Corporate Communications, Kartika Octaviana tapi belum ada tanggapan dan keterangan apapun sampai dengan saat ini. (ZMN.Yan)












