Brang Ene Jadi Titik Awal Transformasi Agribisnis Sapi Bali

  • Bagikan
Oplus_16908288

ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi menancapkan tonggak baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui peluncuran program “KSB Maju Luar Biasa Agribisnis Sapi Bali”. Langkah strategis ini diawali dengan sosialisasi dan penandaan dimulainya program yang dipusatkan di Kantor Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Selasa (3/3/2026).

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, hadir langsung untuk memastikan kesiapan infrastruktur sekaligus memantau kesungguhan kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program ini.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ini tidak hanya bergantung pada pengurus kelompok, melainkan pada militansi dan keterlibatan aktif seluruh anggota.

Pemilihan Kecamatan Brang Ene sebagai lokasi prioritas didasarkan pada potensi lahan yang melimpah. Terdapat empat HKm di wilayah ini dengan total lahan kelola mencapai 1.000 hektare yang selama ini belum tergarap optimal secara ekonomi.

“Kita memiliki lahan yang luas dan sumber daya manusia yang siap. Program ini adalah cara kita memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat melalui kelembagaan HKm yang sudah ada,” ujar H. Amar Nurmansyah.

Bupati mengatakan, Program ini dirancang dengan skema terintegrasi untuk menjamin keberlanjutan dari hulu ke hilir. Skema Bottom (Masyarakat/HKm): Berperan sebagai plasma pembibitan dan penyedia utama hijauan pakan ternak. Skema Middle & Top: Fokus pada proses penggemukan (fattening) dan operasional Rumah Potong Hewan (RPH) modern yang akan dikelola oleh Perusahaan Daerah bekerja sama dengan mitra bisnis profesional.

“Untuk tahap awal, dua kelompok di Brang Ene, yakni HKm Batu Dulang dan HKm Ontar Telu, akan menjadi pionir,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Bupati, Pemerintah Daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh guna meminimalkan hambatan di lapangan. Setiap HKm ditargetkan menyiapkan 20 Hektare lahan khusus untuk penanaman rumput gajah. 10 Hektare untuk fasilitas pendukung, termasuk kandang kolektif dan akses sumber air.

“Seluruh biaya pengolahan lahan, pengadaan bibit, pupuk, pembangunan kandang, hingga pembuatan sumur bor akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah,” tandas Bupati Amar.

Untuk diketahui, sapi jantan berusia delapan bulan dengan bobot awal sekitar 100 kg dijadwalkan akan didistribusikan paling lambat pada Juli 2026. Melalui manajemen pakan yang terukur, sapi-sapi tersebut ditargetkan mencapai bobot 200 kg sebelum memasuki fase penggemukan akhir.

Secara keseluruhan, Pemerintah KSB menargetkan pengadaan 1.000 ekor sapi di 10 titik strategis sepanjang tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan siklus ekonomi baru dan mengukuhkan Sumbawa Barat sebagai sentra produksi daging sapi unggul di Nusa Tenggara Barat. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *