ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat KSB), dr. Carlof, M.MRS., MQM., menerima langsung sertifikat penghargaan atas capaian kinerja dalam Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan (PISP) Diare Tahun 2025. Sertifikat tersebut diserahkan oleh perwakilan Bidang P3KL Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (25/02/2026).
“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mengalokasikan sumber daya serta kebijakan yang mendukung penguatan kesehatan publik, sekaligus atas keberhasilan mencapai dan melampaui target nasional indikator program diare,” kata dr. Carlo kepada awak media ini, (27/02).

dr. Carlo menyampaikan, berdasarkan indikator pengobatan diare menggunakan oralit dan zinc yang ditetapkan secara nasional sebesar 85 persen, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat berhasil mencatatkan capaian sebesar 95,79 persen.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa pelayanan tata laksana diare sesuai standar telah berjalan optimal dan memenuhi indikator yang ditetapkan pemerintah pusat,” bebernya.
Secara teknis, lanjut dr. Carlof, keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor utama. Pertama, tingginya cakupan pelayanan penderita diare di fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun jejaringnya, yang konsisten menerapkan tata laksana standar menggunakan oralit dan zinc. Kedua, integrasi program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang mendorong peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta akses terhadap air minum layak sebagai upaya pencegahan primer penyakit saluran pencernaan.
Selain itu, sistem pelaporan yang andal melalui Sistem Informasi Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan (SIHEPI) turut berkontribusi dalam memastikan data kasus tercatat tepat waktu, sehingga intervensi dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
“Keberhasilan ini juga diperkuat oleh edukasi dan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga yang semakin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan diare,” ungkapnya.
dr. Carlof menegaskan, bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran tenaga kesehatan, mulai dari tingkat Kabupaten, Puskesmas, hingga kader kesehatan di lapangan.
“Capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan untuk masyarakat Sumbawa Barat,” tutup dr. Carlof. (**)












