ZOANAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat | NTB – Beberapa Truk pengangkut Batu Bara dari Pelabuhan Dermaga Benete menuju PLTU Kertasari, Sumbawa Barat, sempat melakukan aksi mogok kerja di Pelabuhan Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Aksi mogok kerja tersebut dipicu soal tidak dilibatkan lagi warga lokal untuk jasa trucking yaitu Paguyuban Pelabuhan Benete oleh PT. Elang Indo Perkasa.
“Mogok kerja sopir truk pengangkut Batu Bara berlangsung dari jam 09.00 Wita, Minggu 4 Desember,” kata Ketua Paguyuban Truk Pelabuhan Benete, Dedi Ahmadi kepada awak media, Senin, (5/12/22).
Pria asal Brang Rea yang akrab disapa Dedi itu menegaskan, apabila dirinya sebagai warga lokal tidak lagi diberdayakan maka dirinya tetap akan melayangkan protes dan beberapa truk untuk tetap melakukan mogok kerja sampai ada kejelasan dan kesepakatan dari pihak PT. Elang Indo Perkasa soal kontrak yang sempat berjalan.
“Padahal penawaran kerjasama dari PT. Elang Indo Perkasa melalui Manager PT. Elang, Dewi, yang saat itu meminta untuk membuat penawaran kerjasama dengan Tracking, tapi malah yang terjadi kontrak diputus secara sepihak dan mereka malah mengambil alih untuk truckingnya,” bebernya.
Dedi berharap kepada pihak PT. Elang agar apa yang sudah menjadi kesepakatan seperti yang tertuang dalam kontrak bisa dilanjutkan lagi. Karena dirinya selaku putra lokal berharap dapat diberdayakan oleh perusahaan.
“Sebelum ada itikad baik dan kesepakatan dari PT. Elang, kami akan melakukan protes ke jalan dan melakukan aksi mogok kerja,” tandas Dedi.
Sementara itu, Ketua Pemuda Pancasila Sumbawa Barat, Boy Burhanuddin menyayangkan sikap PT. Elang yang tidak mau memberdayakan warga lokal soal jasa tracking.
“Meski beberapa waktu lalu sempat ada aksi mogok kerja yang dilakukan oleh truk mitra Paguyuban Pelabuhan Benete, saat itu pula kami langsung turun untuk memfasilitasi dan memberi pemahaman kepada pak Dedi. Dan akhirnya kembali normal,” ucapnya.
Boy Teta sapaan akrabnya mendorong agar perusahaan dapat memprioritaskan warga lokal. Karena dampaknya akan menurunkan angka pengangguran di KSB.
“Kami minta PT. Elang untuk dapat duduk bersama dengan pihak Paguyuban Pelabuhan Benete untuk menemukan titik terang dan mencari solusi yang terbaik, supaya aktivitas pengangkutan Batu Bara tidak terganggu,” harap Boy Teta.
Dikonfirmasi media ini melalui Via WhatsApp, Manager PT. Elang Indo Perkasa, Dewi mengatakan, silahkan ditanya mana kontraknya. Suru tunjukan kepada yang memberikan berita.
“Silahkan bapak mendapatkan berita-berita yang akurat dan ril didukung dengan bukti tertulis bukan sekedar gosip atau ucapan tanpa bukti. Maaf pak, saya lagi sibuk,” jawab Dewi kepada wartawan.
Untuk diketahui, PT. Elang Indo Perkasa selaku pemenang tender Batu Bara melakukan perjanjian dengan Tracking Paguyuban Truk Pelabuhan Benete dari tanggal 4 Februari 2022 sampai dengan seluruh kegiatan pembongkaran Batu Bara dari kapal oleh pihak kedua yaitu Tracking dianggap selesai. (ZMN.Yan)












