ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Ketua Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tambang, Kabupaten Sumbawa Barat, Muh Erry Satriayawan, SH.,MH.,CPCL mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan aksi demonstrasi di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia.
AMANAT menuntut OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk melakukan telaah khusus terhadap rencana permohonan IPO PT. AMNT, serta tidak memberikan persetujuan prinsip berupa perjanjian pendahuluan pencatatan saham dan tidak mengeluarkan izin kepada perusahaan untuk dapat merilis prospektus singkat di media maupun melakukan penawaran awal (bookbuilding) sampai dengan seluruh proses laporan pengaduan AMANAT selesai dan inkrah.
“Karena sampai dengan saat ini belum ada satupun lembaga negara/instansi pemerintah yang menyatakan bahwa laporan AMANAT telah mendapat bantahan atau dihentikan baik skandal pengelolaan dana PPM/CSR, penjualan Scrap, dan pelanggaran HAM,” tegas Erry sapaan akrabnya Advokat muda tersebut.
Erry menjelaskan, belum lagi persoalan Amman Mineral terkait dengan kebijakan Ketenagakerjaan seperti, kecelakaan kerja, PHK sepihak, union busting dan black list. Kata Ery, itu sangat disayangkan.
Maka dari itu, lanjut Erry, AMANAT dalam waktu dekat ini akan mendatangi dan melakukan aksi demonstrasi mendesak Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan Dewan Komisioner OJK untuk melakukan telaah khusus terhadap permohonan penawaran umum perdana/initial IPO saham senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 15 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/US$) PT. Amman Mineral.
“Aksi besar-besaran akan kami lakukan pada pekan depan di Ibu Kota. Kita tidak akan berhenti sampai semua tuntutan kami dipenuhi dan seluruh proses permohonan IPO Amman Mineral ditolak,” tandas Erry Satriyawan. (ZMN.Yan)












