ZONAMERAHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Muslimin menyebutkan bahwa pembangunan Smelter dapat menekan angka pengangguran di tana Pariri Lema Bariri.
Muslimin mengatakan, KSB saat ini menjadi salah satu daerah pusat industri. Kehadiran pabrik Smelter diharapkan bisa memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Kehadiran Smelter akan memberikan dampak cukup besar, terutama menurunkan angka pengangguran di Sumbawa Barat,” kata H. Muslimin belum lama ini.
H Muslimin menyampaikan, Pabrik Smelter di Kecamatan Maluk sedang dibangun dan saat ini membutuhkan tenaga kerja sebanyak 1.200 orang untuk non skill dan semi skill.
Berdasarkan laporan Tim Terpadu, untuk 245 orang sudah dipekerjakan pada perusahaan PT PIL, PT KTI, dan PT JGC, masing-masing bersama mitra bisnisnya. Sementara itu, dari total 779 orang yang telah mengikuti proses wawancara pada gelombang pertama terdapat sisa 534 dan sekarang sedang berproses melalui gelombang kedua.
“Proses ini akan tuntas di tahun 2023,” janjinya.
Selain itu, Ia juga menambahkan, bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) KSB pada akhir tahun 2022 berada pada angka 4,56 persen, kini turun 0,96 persen dari tahun 2021 yaitu sebesar 5,52 persen.
“Angka pengangguran kita akan terus mengalami penurunan,” tandasnya. (ZMN.Yan)












