PT ASDP Lembar dan Kayangan Gelar Sosialisasi Penguatan Kepatuhan dan Akurasi Data Manifest Penumpang

  • Bagikan
Kegiatan Sosialisasi Kepatuhan dan Akurasi Data Manifest Angkutan Penyeberangan, di Ballroom Hotel Plaza dan Convention Kota Mataram, Senin 28 September 2026, (Sumber Foto: Riyan)

ZONAMERAHNEWS.NET, Mataram – Guna meningkatkan keselamatan pelayaran dan kepastian perlindungan hukum bagi pengguna jasa, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar bersama Cabang Kayangan menggelar Sosialisasi Penguatan Kepatuhan dan Akurasi Data Manifest Angkutan Penyeberangan.

Kegiatan yang didukung oleh Danantara Indonesia ini berlangsung di Hotel Plaza Cakra Mataram pada Senin, 28 September. Acara ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk unsur regulator, operator transportasi laut, Jasa Raharja, Jasa Raharja Putera, serta DAMRI.

Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk menertibkan ketidaksesuaian data antara manifest di atas kertas dengan muatan riil di lapangan yang selama ini masih kerap ditemukan.

General Manager Pelabuhan Kayangan, Reno Yulianto, dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa manifest penumpang memegang peranan krusial yang jauh melampaui urusan administratif semata. Ia merinci tiga fungsi vital manifest di dunia pelayaran.

Pertama, dalam situasi darurat atau musibah di laut, data manifest menjadi acuan utama bagi Tim SAR untuk mengetahui jumlah pasti jiwa yang harus diselamatkan. Ketidaksesuaian data, seperti adanya penumpang fiktif atau yang tidak tercatat, sangat berisiko menghambat proses evakuasi.

Kedua, ia menyampaikan, penumpang yang namanya tercantum secara resmi berhak atas santunan asuransi (seperti dari Jasa Raharja) jika terjadi insiden. Sebaliknya, penumpang yang menggunakan tiket tidak resmi, identitas orang lain, atau membeli melalui calo terancam kehilangan hak klaim asuransi.

“Ketiga, data manifest yang akurat dan sesuai kapasitas kapal merupakan syarat mutlak diterbitkannya Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Regulator berhak menunda atau melarang kapal diberangkatkan apabila data muatan tidak valid,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. Ervan Anwar, M.M., menegaskan bahwa pengelolaan data yang akurat merupakan pondasi utama dalam penyelenggaraan angkutan penyeberangan yang selamat, aman, dan nyaman.

Ia berharap sinergi antara operator kapal, pengelola pelabuhan, dan pengguna jasa dapat terus ditingkatkan demi ketertiban bersama.

“Manifest menjadi instrumen keselamatan penumpang. Semoga kedepan semakin tertib dan teratur dalam pengelolaan data penumpang. Ini adalah titik awal bagi keselamatan penumpang,” tegas Ervan Anwar.

Melalui sosialisasi ini, PT ASDP berharap kesadaran seluruh elemen baik operator maupun masyarakat selaku pengguna jasa semakin meningkat, sehingga budaya tertib manifest di lintasan Lembar dan Kayangan dapat terwujud demi keamanan bersama di perairan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *