Rencana Pengembangan RSUD Asy-Syifa Taliwang, Wajib Patuhi Standar Teknis dan Regulasi Kesehatan

  • Bagikan

ZONAMEREHNEWS.NET, Sumbawa Barat – Rencana pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat tidak hanya berfokus pada penambahan infrastruktur fisik berupa gedung baru. Pemerintah daerah bersama manajemen rumah sakit dituntut untuk memastikan seluruh proses perencanaan berjalan selaras dengan ketentuan teknis dan regulasi sektor kesehatan yang berlaku.

Direktur RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) merupakan kunci utama untuk menjaga mutu dan keselamatan pelayanan publik.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kemenkes dan KARS, terdapat sejumlah persyaratan ketat yang wajib dipenuhi, terutama jika pengembangan fasilitas dilakukan pada lokasi yang terpisah. Salah satu tantangan utama yang menjadi perhatian adalah apabila fasilitas rawat jalan dan rawat inap terpisahkan oleh akses jalan raya.

Kondisi tersebut menuntut adanya pemenuhan standar keselamatan khusus terkait konektivitas antar bangunan pelayanan. Menurut Andy, kendati ketentuan ini tidak menutup kemungkinan pelaksanaan pembangunan, proses perizinan dan kelengkapan dokumen yang harus disiapkan oleh pemerintah daerah menjadi jauh lebih kompleks.

“Bukan tidak bisa, tapi agak susah karena terlalu banyak dokumen-dokumen yang harus kita penuhi. Banyak uji lalin, banyak berhubungan dengan PLN, terus titik koordinat IPAL,” ujar Andy saat menjelaskan berbagai instrumen kajian yang harus dilalui.

Selain konektivitas antar gedung, sejumlah aspek pendukung teknis lainnya turut masuk dalam tahap kajian mendalam. Aspek-aspek tersebut meliputi Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), kesiapan jaringan kelistrikan dari PLN, hingga penataan ulang titik koordinat sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menanggapi wacana pembangunan jembatan penghubung antar gedung, pihak manajemen menyatakan belum dapat memastikan kepastiannya. Keputusan akhir mengenai perlu atau tidaknya pembangunan infrastruktur penghubung tersebut sangat bergantung pada lokasi definitif yang nantinya dipilih.

“Untuk memenuhi jembatan itu yang terkendala. Tapi saya belum tahu mau jadi atau tidak. Jangan disalahkan nanti di tulisannya karena belum ada keputusannya,” tambahnya mengingatkan.

Melalui berbagai pertimbangan teknis yang komprehensif ini, kajian lokasi dinilai sangat krusial. Pemerintah daerah diharapkan mampu melihat secara menyeluruh agar pengembangan RSUD Asy-Syifa’ tidak hanya menghadirkan kemegahan fisik, melainkan juga menjamin aspek kepatuhan regulasi, keamanan, serta keberlanjutan layanan kesehatan dalam jangka panjang bagi masyarakat Sumbawa Barat. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *